PERPUSTAKAAN FAKULTAS TEKNIK Beranda depan

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subyek

Detail Cantuman
Image of GEOLOGI DAN ANALISIS PENGARUH LITOLOGI TERHADAP MORFOLOGI DAERAH LOH SUMBER, KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

Text

GEOLOGI DAN ANALISIS PENGARUH LITOLOGI TERHADAP MORFOLOGI DAERAH LOH SUMBER, KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

Image of GEOLOGI DAN ANALISIS PENGARUH LITOLOGI TERHADAP MORFOLOGI DAERAH LOH SUMBER, KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

Text


Kenampakan geologi permukaan bumi pada setiap wilayah berbeda-beda dengan ciri khasnya masing- masing. Permukaan bumi selalu mengalami perubahan sebagai akibat terus menerus berlangsungnya proses-proses baik yang bekerja dari dalam bumi (proses endo gen) dan proses yang berasal dari luar permukaan bumi (proses eksogen). Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah, penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi. Desa Loh Sumber yang terletak di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi geologi yang cukup menarik, salah satunya adalah berada dekat dalam salah satu kawasan wilayah yang dikenal dengan nama Wisata Puncak Bukit Biru, kaitannya dengan variasi dari jenis batuan yang membentuk daerah tersebut terutama batuan sedimen. Beberapa variasi batuan yang terdapat di daerah penelitian terasuk jenis batuan sedimen contohnya batupasir dan batulempung. Jenis batuan memiliki resistensi atau kekuatan batuan tertentu sehingga membentuk suatu morfologi yang tertentu pula (Verstappen, 1985).

Seperti halnya pada wilayah Loh Sumber memiliki kenampakan berbukit, yang mengindikasikan jenis dan resistensi batuan sedimen yang beragam. Menurut beberapa peneliti daerah penelitian secara regional tersusun atas batuan sedimen resistensi lemah hingga kuat. Data primer yang diambil dilapangan adalah dengan melakukan survei langsung ke lapangan, yang berupa data variasi batuan pada daerah peneitian. Data sekunder yang dipakai berupa Data Spasial DEMNAS 8 meter, data Rupa Bumi Indonesia, Administrasi Daerah Kukar, dan Data RTRW Kukar. Data dianalisa dengan menggunakan software yaitu ArcGis dan ArcScene 10.4 untuk menentukan klas lereng dan bentukan 3 Dimensi daerah penelitian.

Daerah penelitian terbagi menjadi 3 zona karakteristik batuan yaitu zona batuan (morfostruktur pasif) timur, barat, dan utara. Dimana pada zona barat memiliki topografi bergelombang berlereng miring hingga berbukit berlereng sedang dengan resistensi batuan yang terbilang kuat ditandai dengan memiliki bukit yang masih terbilang tinggi. Pada zona timur memiliki topografi bergelombang hingga berlereng miring dengan resistensi batuan yang terbilang sedang ditandai dengan masih beragamnya ketinggian bukit diwilayah ini. Pada zona utara memiliki topografi datar hingga hampir datar dengan resistensi batuan yang lemah ditandai dengan sudah memiliki wilayah pedataran dengan material yang berupa lapukan.


Kata Kunci: Desa Loh Sumber, Geologi, Geomorfologi, Morfostruktur pasif, Morfologi


Ketersediaan

1609085002SKRIPSI RIK G 2021Perpustakaan Fakultas Teknik (TEKNIK GEOLOGI)Tersedia

Informasi Detil

Bagian Informasi
Pernyataan Tanggungjawab -
Pengarang RIKY SEPTIYANDRIANTO - Personal Name
Edisi -
No. Panggil SKRIPSI RIK G 2021
Subyek 1. Desa Loh Sumber, Geologi, Geomorfologi
Klasifikasi NONE
Judul Seri -
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Teknik Geologi
Tahun Terbit 2021
Tempat Terbit Fakultas Teknik
Deskripsi Fisik xvii, 73 hal.; Illus.; 29 cm.
Info Detil Spesifik -

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Informasi
Advanced Search