PERPUSTAKAAN FAKULTAS TEKNIK Beranda depan

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subyek

Detail Cantuman
Image of ANALISIS PERUBAHAN PERKEBUNAN SAWIT DENGAN MENGUNAKAN ARCGIS MAP DAN MENGGUNAKAN METODE DRIVING FORCE, PRESSURE, STATE, IMPACT, RESPONSE (DPSIR)

Text

ANALISIS PERUBAHAN PERKEBUNAN SAWIT DENGAN MENGUNAKAN ARCGIS MAP DAN MENGGUNAKAN METODE DRIVING FORCE, PRESSURE, STATE, IMPACT, RESPONSE (DPSIR)

Image of ANALISIS PERUBAHAN PERKEBUNAN SAWIT DENGAN MENGUNAKAN ARCGIS MAP DAN MENGGUNAKAN METODE DRIVING FORCE, PRESSURE, STATE, IMPACT, RESPONSE (DPSIR)

Text


Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama tanaman perkebunan Indonesia sebagai penghasil devisa negara. Ekspansi perkebunan kelapa sawit berpotensi memberikan manfaat ekonomi, namun dapat mengakibatkan gangguan lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon, dan perubahan iklim, sehingga dapat mengganggu kondisi lingkungan, Muara pahu sendiri memanfaatkan kebun sawit sebagai salah satu sumber perekonomian, dari perkembangan luas kelapa sawit dikhawatirkan akan semakin meningkat setiap tahunnya hal tersebut dapat memicu terjadinya penurunan luas hutan. Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit yang merubah tutupan lahan tidak hanya akan mengurangi stok karbon, akan tetapi juga mengancam kerusakan keanekaragaman hayati, berkurangnya cadangan air dan kualitas tanah, dan berkurangnya habitat satwa yang dilindungi, dikarnakan perkebunan sawit terus mengalami peningkatan maka dilakukan analisis interpretasi citra dengan cara pendigitasian peta kecamatan Muara Pahu setelah itu dibandingkan dengan peta kawasan hutan hal tersebut akan mengetahui bahwa perkebunan sawit dikecamatan Muara Pahu sudah sesuai Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK). dilakukan penelitian ini dengan metode interpretasi citra, hal tersebut untuk mengetahui apakah adanya terjadinya suatu perubahan suatu luas kebun sawit setiap tahunnya dikecamatan muara pahu dengan cara pendigitasian suatu peta kecamatan Muara pahu, selain itu terkait area lahan perkebunan sawit maka dibandingkan dengan peta kawasan hutan, apakah perkebunan sawit di kecamatan Muara Pahu termasuk kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK). Serta menggunakan metode Driving Force, Pressure, State, Impact, Response (DPSIR) dikecamatan muara pahu agar bisa mengetahui sebab akibat dari perkebunan sawit dikecamatan Muara pahu.

Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode pendekatan kuantitatif dengan melakukan penelitian secara deskriptif dari hasil survei primer dan pengolahan data sekunder. Survei primer berupa observasi lapangan diperkebunan sawit kecamatan muara pahu, wawancara dilakukan terhadap Instansi terkait dan penduduk kecamatan muara pahu mengenai perubahan luas area perkebunan sawit apakah semakin meningkat setiap tahunnya.

Pada pendigitasian peta perkebunan sawit kecamatan Muara pahu tahun 2015 hasil yang didapat dari pendigitasian peta yaitu 7,524 Ha perkebunan sawitnya, dan pada pendigitasian peta perkebunan sawit kecamatan Muara pahu tahun 2020 hasil yang didapat dari pendigitasian peta yaitu 11,667 Ha perkebunan sawitnya. Pada pendigitasian area perkebunan sawit tahun 2015 dan 2020 dikecamatan Muara Pahu kabupaten Kutai Barat masih terletak dikawasan area penggunaan lain atau kawasan budidaya non kehutanan dari pendigitasian area perkebunan sawit. Pada metode DPSIR mengetahui sebab akibabat dari adanya perkebunan sawit dikecamatan Muara Pahu
Kata Kunci : Perkebuanan Sawit, Arcgis, Peta Kawasan Hutan, DPSIR


Ketersediaan

1609045034SKRIPSI REY A 2021Perpustakaan Fakultas Teknik (TEKNIK LINGKUNGAN)Tersedia

Informasi Detil

Bagian Informasi
Pernyataan Tanggungjawab -
Pengarang REYNALDO WINOKAN - Personal Name
Edisi -
No. Panggil SKRIPSI REY A 2021
Subyek 1. Perkebuanan Sawit, Arcgis, Peta Kawasan Hutan
Klasifikasi NONE
Judul Seri -
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Teknik Lingkungan
Tahun Terbit 2021
Tempat Terbit Fakultas Teknik
Deskripsi Fisik xi, 102 hal.; Illus.; 29 cm.
Info Detil Spesifik -

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Informasi
Advanced Search